@patar_manalu
CARA MENGHITUNG
KKM
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah kriteria paling rendah untuk
menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. KKM harus ditetapkan diawal tahun
ajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran
di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki
karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum KKG secara
akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.
KKM berfungsi sebagai acuan bagi seorang guru untuk menilai kompetensi peserta
didik sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) suatu mata pelajaran atau Standar
Kompetensi (SK), sebagai acuan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri
dalam mengikuti pembelajaran, sebagai target pencapaian penguasaan materi
sesuai dengan SK/KD–nya, sebagai salah satu instrumen dalam melakukan evaluasi
pembelajaran, dan sebagai “kontrak” pedagogik antara pendidik, peserta didik
dan masyarakat (khususnya orang tua dan wali murid).
Adapun langkah dan tahapan
penetapan KKM antara lain:
1. Guru atau kelompok guru
menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria,
yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik. Hasil penetapan KKM
indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran.
2. Hasil penetapan KKM oleh guru
atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan
patokan guru dalam melakukan penilaian
3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan,
yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan.
4. KKM dicantumkan dalam laporan hasi belajar atau rapor pada saat hasil
penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik.
Salah satu langkah awal bagi guru sebelum melaksanakan kegiatan awal
pembelajaran adalah menentukan Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM). Setiap mata
pelajaran memiliki nilai KKM yang berbeda. Lebih jauh, dalam satu mata
pelajaran terdapat nilai KKM yang berbeda pada tiap aspek. Dengan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pendidik bias lebih leluasa dalam menentukan
nilai KKM. Sebagai catatan bahwa nilai KKM yang ideal adalah 75.
Langkah awal penentuan KKM yaitu menentukan estimasi KKM di awal tahun pembelajaran
bagi mata pelajaran yang diajarkan. Penentuan estimasi ini didasarkan pada
hasil tes Penerimaan Siswa Baru (PSB) bagi siswa baru, dan mendasarkan nilai
KKM pada nilai yang dicapai siswa pada kelas sebelumnya.
Penentuan KKM dapat pula ditentukan dengan menghitung tiga aspek utama dalam
proses belajar mengajar siswa. Secara berurutan cara ini apat menentukan KKM
Indikator – KKM Kompetensi Dasar (KD) – KKM Standart Kompetensi (SK) –
KKM Mata Pelajaran. Berikut ini langkah-langkah penghitungannya:
1. Kompleksitas
Kompleksitas merupakan tingkat
kesulitan materi pada tiap indikator, kompetensi dasar maupun standart
kompetensi. Semakin tinggi tingkat kompleksitas maka semakin kecil skor yang
dipakai. Rentang nilai yang digunakan misalnya: jika kompleksitas tinggi
rentang nilai yang digunakan (50-64), kompleksitas sedang (64-80), dan
kompleksitas rendah (81-100)
2. Daya Dukung
Faktor ini lebih ditujukan pada
ketersedian sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah dalam menunjang
Kegiatan Belajar Siswa. Sekolah yang memiliki daya dukung tinggi maka skor yang
digunakan juga tinggi. Pada aspek daya dukung rentang nilai yang digunakan
sangat fleksibel sesuai dengan kondisi sekolah. Salah satu contohnya: jika daya
dukung tinggi maka rentang nilai yang digunakan (81-100), daya dukung sedang
(65-80), untuk daya dukung rendah (50-64).
3. Intake
Intaks merupakan tingkat
kemampuan rata-rata siswa. Intaks bisa didasarkan pada hasil/nilai penerimaan
siswa baru dan nilai yang dicapai siswa pada kelas sebelumnya (menentukan
estimasi). Contoh rentang nilai yang bisa digunakan: jika intake siswa
tinggi maka rentang nilai yang digunakan (81-100), intake sedang (65-80), untuk
intake rendah (50-64).
Lebih
lengkap lagi perhatikan tabel di bawah ini:
Aspek
yang dianalisis
|
Kriteria
dan Skala Penilaian
|
||
Kompleksitas
|
Tinggi
<
65
|
Sedang
65-79
|
Rendah
80-100
|
Daya
Dukung
|
Tinggi
80-100
|
Sedang
65-79
|
Rendah
<65
|
Intake siswa
|
Tinggi
80-100
|
Sedang
65-79
|
Rendah
<65
|
MENAFSIRKAN KRITERIA
MENJADI NILAI
1. Kompleks : – Tinggi =
1
– Sedang = 2
– Rendah = 3
2. Daya dukung : – Tinggi =3
– Sedang =2
– Rendah =1
3. Intake : – Tinggi = 1
– Sedang = 2
– Rendah = 3
Jika indikator memiliki kriteria : kompleks rendah, daya dukung tinggi dan
intake peserta didik sedang. Maka nilainya adalah : ( 3 + 3 + 2 ) / 9 x 100 =
88,89 dibulatkab menjadi 89.
Kompetensi
Dasar dan Indikator
|
Keriteria
Ketentuan Minimal
|
|||
Kriteria
Penetapan Ketuntasan
|
Nilai
KKM
|
|||
Kompleksitas
|
Daya
dukung
|
Intake
|
||
1.1
Memahami konsep integral tak tentu.
1.1.1.
Mampu mendefinisikan integral tentu dan integral tak tentu.
1.1.2.
Menghitung nilai integral tentu dan integral tak tentu
1.1.3. Mampu
mendefinisikan pengintegralan fungsi f(x) terhadap x dalam bentuk.
|
2
3
2
|
2
2
3
|
3
2
1
|
74
78
78
67
|
Langkah-langkah
Menentukan KKM
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
ditentukan dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik,
kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga
sekolah, sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan
pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar minimal secara
terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam menentukan KKM adalah sebagai berikut:
1. Hitung jumlah Kompetensi Dasar
(KD) setiap mata pelajaran setiap kelas.
2. Tentukan kekuatan/nilai untuk
setiap aspek/komponen, sesuaikan dengan kemampuan masing-masing aspek:
a. Aspek
Kompleksitas
Semakin
komplek (sukar) KD maka nilainya semakin rendah, tetapi semakin mudah KD maka
nilainya semakin tinggi.
b. Aspek
Sumber Daya Pendukung
Semakin tinggi
sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi.
c. Aspek
Intake
Semakin
tinggi kemampuan awal siswa (intake) maka nilainya semakin tinggi.
3. Jumlahkan nilai setiap
komponen, selanjutnya dibagi 3 untuk menentukan KKM setiap KD.
4. Jumlahkan seluruh KKM KD,
selanjutnya dibagi dengan jumlah KD untuk menentukan KKM mata pelajaran.
5. KKM setiap mata pelajaran pada
setiap kelas tidak sama, tergantung pada kompleksitas KD, daya dukung, dan
potensi siswa.
========================================================================Siatas Barita
25/08/15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar