@patar_manalu
Makalah
OPTIMALISASI SUMBER DAYA SEKOLAH
UNTUK MENCAPAI TAPANULI UTARA MENJADI
LUMBUNG SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS
DISUSUN OLEH :
PATAR J.H MANALU, S.Pd
SD NEGERI NO. 173115
SITOMPUL
KECAMATAN SIATAS BARITA
KABUPATEN TAPANULI UTARA
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur serta terimakasih yang sedalam-dalamya penulis panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat curahan rahmad dan pertolongan-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan judul “Optimalisasi Sumber Daya Sekolah Untuk Mencapai Tapanuli Utara Menjadi Lumbung Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas”
Karya Tulis ini bertujuan untuk mengajak seluruh sumber daya yang ada sekolah untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkwalitas di sekolah yang diawali dari pendidikan Dasar ( khusunya SD ) agar sinerji dengan pilar pembangunan sektor pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara yaitu mewujudkan Tapanuli Utara sebagai lumbung SDM yang berkwalitas yang nantinya mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.Bupati Tapanuli Utara Bapak Drs. Nikson Nababan
2.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara
Bapak Drs. Jamel Panjaitan MM, yang telah membuka kesempatan bagi para Guru untuk mengikuti seleksi kepala sekolah di kabupaten Tapanuli Utara.
3.Bapak/Ibu guru yang ada di SD Negeri No.173115 Sitompul
4.Bapak/Ibu/saudara/handi taulan yang memberi bantuan tenaga ataupun moral sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini.
Tentunya sebagai manusia yang memiliki keterbatasan karya tulis ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari Bapak/Ibu pembaca agar kedepanya penulis dapat lebih meningkatkan kemapuan dalam hal penulisan sebuah karya yang lebih baik.
Besar harapan saya, sesederhana apapun tulisan ini dapat memberikan manfaat serta inspirasi bagi para pembaca untuk dapat dipergunakan sebagai acuan maupun bahan untuk membantu tercapainya Kabupaten Tapanuli utara menjadi lumbung sumber daya manusia yang berkualitas serta bermartabat.
Siatas Barita , Maret 2015
Penulis,
Patar JH.Manalu, S.Pd
NIP.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………………………………………………………
Daftar Isi……………………………………………………………………………
BAB I . PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang Masalah…………………………………………………
1.2 IdentifikasiMasalah……………………………………………………..
1.3 RumusanMasalah……………………………………………………….
1.4 Tujuan …………………………………………………………………..
1.5 Manfaat…………………………………………………………………
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan Peranan Kepala Sekolah………………………………..
2.2 Tantangan dan Hambatan yang dihadapi Kepala Sekolah
Dalam Raangka Mengoptimalisai Sumber Daya Sekkolah……………..
2.3 Langkah-langkah yang dilakukan Kepala Sekolah untuk
Mewujudkan Optimalisasi Sumber Daya Sekolah unuk
Mencapai Kabupaten Tapanuli Utara menjadi Lumbung
SDM yang Berkualitas…………………………………………………..
BAB III. PENUTUP
3.1. Kesimpulan……………………………………………………………..
3.2. Saran……………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
UU RI No. 2o tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal Bab I pasal 1 ayat 1 menyatakan “ Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual,keagamaan, pengendalian diri , kecerdasan, ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara “.Hal tersebut diatas sangatlah jelas menyebutkan bahwa pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya agar memeliki SDM yang berkualitas serta bermartabat dan berahlak mulia.
Tujuan Pendidikan Nasional secara umum dapat di kelompokkan atas dua bagian yang saling bertautan yaitu Tujuan Pendidikan Nasional secara Makro dan Tujuan Pendidikan Nasional secara Mikro. Adapun tujuan Makro Pendidikan Nasional kita adalah membentuk organisasi pendidikan yang otonom,sehingga mampu melakukan inovasi dalam pendidikan untuk menuju pembentukan lembaga yang ber-etika, selalu menggunakan nalar, dan tetunya memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas, tangguh dan bermartabat. Sedangkan Tujuan Mikro Pendiikan Nasioanal kita adalah membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ber-etika, memiliki nalar, berkemampuan sosial dan berbadan sehat sehingga menjadi masusia yang mandiri.
Dunia pendidikan kita saat ini belum menunjukkan kemajuan yang sesuai dengan harapan dunia pendidikan baik dilihat dari tujauan Makro Pendidikan Nasional maupun Tujuan Mikro pendidikan Nasioanal kita.Kualitas mutu SDM pendidikan kita saat ini belum menunjukkan mutu atau kualitas yang merata untuk mampu bersaing dengan mutu pendidikan daerah lainnya di Indonesia,baik secara kualitas SDM maupun kepekaan terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa.
Hal ini tentunya adalah menjadi tanggung jawab pemimpin suatu lembaga atau sekolah yang dalam hal ini tentunya menjadi tanggung jawab penuh seorang kepala sekolah. Kepala sekolah adalah orang yang memimpin suatu lembaga pendidikan baik dasar maupun menengah.”Melalaui kepemimpinan yang baik akan lahir tenaga-tenaga yang berkualitas dalam berbagai bidang sebagai pemikir,pekerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas ( Soebagio dalam Suwar , 2002 :2 ).
Kepala sekolah menjadi penentu dalam kemajuan pendidikan di suatu lembaga, kepala sekolah harus mampu memotifasi, membina, membingbing, mengarahkan sert menggerakkan guru, siswa, orangtua siswa dan pihak pemerintah untuk bekerja bersama-sama guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas sehingga tercapai apa yang menjadi tujuan dari pendidikan itu yakni menjadikan sdm-sdm yang berkwalitas dan memapu bersiang ditingkat nasioanal bahkan internasional.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas , maka dapat di identifikasikan masalah sebagai berikut :
1. Kepala Sekolah masih belum begitu terampil dalam mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada disekolah baik guru maupun siswa itu sendiri.
2. Kepala Sekolah masih belum begitu terampil dalam hal melaksanakan tugasnya sebagai seorang pemimpin yang mampu membangkitkan gairah para bawahanya untuk melaksanakan hal yang terbaik yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
1.3. Rumusan Masalah
Dari identifikasi masalah diatas, dapat dirumuskan suatu masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini yaitu bagaimanakah peranan kepala sekolah dalam rangka meng-Optimalisasi sumber daya yang ada disekolah Untuk Mencapai Tapanuli Utara Menjadi Lumbung Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas”?.
1.4. Tujuan
Tujuan dalam penulisan karya tulis ini adalah :
1. Untuk mengetahui sejauh mana peran kepala sekolah dalam pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipimpinya
2. Untuk mengetahui prinsip, azas, sifat dan gaya kepemimpinan kepala sekolah sebagai lumbung sumber daya manusia yang berkualitas
3. Langkah-langkah apa yang harus ditempuh oleh kepala sekolah dalam hal mengoptimalkan SDM yang ada disekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah binaannya.
1.5. Manfaat
1. Bagi Penulis
Untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mengenai peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas SDM melalui sebuah lembaga pendidikan
2. Bagi Kepala Sekolah
Hasil penulisan ini dapat digunakan sebagai input atau masukan bagi seorang kepala sekolah unutk menentukan kebijakan-kebijakan yang akan diambil agar dapat meningkatkan SDM yang berkualitas dan bermartabat.
3. Bagi para Guru
Dapat dijadikan sebagai evaluasi untuk selalu berusaha mengembangkan diri dan mau belajar sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta propesional dalam hal pembelajaran dan pengajaran didalam kelas
4. Bagi Pemerintah Kabupaten Tpapanuli Utara
Sebagai bahan imformasi atau masukan agar dapat melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal pengembangan SDM pendidik terutama pengembangan kepropesionalismean guru melalui pelatihan-pelatihan yang berkesinambungan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian dan Peranan Kepala Sekolah
Berbicara sumber daya manusia yang berkualitas tidak akan terlepas dari kinerja para pendidik dan tenaga kependidikan untuk menjadikan siswanya memiliki kemapuan SDM yang berkualitas melalui proses belajar mengajar disekolah-sekolah ataupun lembaga pendidikan lainya.Namun hal ini tidak akan terlaksana tanpa kehadiran seorang pemimipin yang mengarahkan semua unsur SDM disekolah agar melaksanakan tugas dan tupoksinya secara propesioanal dan bertanggung jawab.
Seorang kepala sekolah dituntut berperan aktif dalam mengelola kegiatan belajar mengajar oleh para guru dan siswa,sehingga kepala sekolah harus memiliki pengetahuan atau keterampilan dasar yaitu ;
1. Memiliki keterampilan teknis ( technical skill )
- Kepala sekolah harus menguasai pengetahuan tentang metode, proses, prosedur dan teknik melakukan kegiatan di sekolah
- Kemampuan untuk memanfaatkan serta mendayagunakan sarana dan prasarana sekolah untuk mendukung kegiatan proses belajar mengajar di sekolah
2. Keterampilan berkomunikasi ( human relations skill )
- kemampun dalam memahami perilaku manusia dalam proses kerjasama
- kemampuan dalam memahami isi hati dan sikap orang lain
- kemampuan berkomunikasi secara jelas dan efektif
- kemampuan menciptakan kerja sama yang efektif, kooperatif, praktis dan diplommatis
- mampu berperilaku yang dapat diterima masyarakat
3. Keterampilan konseptual ( conceptual skill )
- kemampuan analisis dan berfikir rasional
- ahli dan cakap dalam berbagai macam konsepsi
- mampu mengantisipasi berbagai perintah
- mampu mengenali berbagai macam kesempatan dan problem-problem sosial
Kepala sekolah dalam fungsinya sebagai pemegang kendali administratif maupun dalam fungsi sebagai pemegang kebijakan di sekolah dituntut memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dalam mencapai tujuan sekolah dalam strategi kepemimpinan pengembangan mutu sekolah.
Adapun keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan mutu ditunjukkan dengan sejauh mana sekolah tersebut mampu dalam mencapai suatu keberhasilan pendidikan.Pasal 12 ayat 1 PP No. 28 tahun 1990 mengamanatkan bahwa :” Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan , administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana “.
Kepala Sekolah adalah seorang guru yang diberikan tugas tambahan oleh pemerintah untuk memimpin suatu sekolah yang menyelenggarakan proses belajar mengajar atau tempat terjadinya interaksi antara guru yamg mendidik atau mengajar dengan siswa yang dididik atau diajari.Dalam perspeftif kebijakan pendidikan nasional ( Depdiknas, 2006 ), terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yaitu :
1. Kepala sekolah sebagai edukator ( pendidik )
2. Kepala sekolah sebagai manajer ( pengelola )
3. Kepala sekolah sebgaia administaror ( tenaga adimistrasi )
4. Kepala sekolah sebagai supervisor ( penyelia )
5. Kepala sekolah sebagai leader ( pemimpin )
6. Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja dan
7. Kepala sekolah sebagai wirausahawan
Berdasarkan ketujuh peran kepala sekolah tersebut diatas, dibawah ini akan diuraikan secara ringkas hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan mutu / kompetensi guru sehingga optimalisasi peningkatan SDM yang berkualitas dapat terwujud dengan baik :
1). Kepala sekolah sebagai edukator ( Pendidik )
Sebagai edukator kepala sekolah diharapkan mampu menjadi teladan sehingga tumbuh kedisiplinan dan profesionalitas kerja yang kuat serta menunjukkan komitmen tinggi.Selain itu, Kepala sekolah akan berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensi dan keterampilannya dalam mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif, efisien dan berorientasi.
2). Kepala Sekolah Sebagai Manejer ( pengelola )
Sebagai manejer, kepala sekolah bertindak sebagai perencana, pengawas, pelaksana, serta penjamin keterlaksanaan program-program sekolah yang sifatnya intrakurikuler dan extrakurikuler dan mampu membangun ide-ide atau gagasan-gagasan baru yang muncul dari para guru dalam proses belajar.
3). Kepala Sekolah sebagai Administrator
Kepala sekolah harus mampu melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengawasan, dan kepegawaian.Dan sebagai kepala administrasi, kepala sekolah bertugas untuk membangun manejemen sekolah serta bertanggungjawab dalam pelaksanaan keputusan manejemen dan kebijakan sekolah.
4). Kepala sekolah sebagai Supervisor
Peran sebagai supervisor adalah sebagai proses evaluasi.Tugas kepala sekolah sebagai supervisor diwujudkan dalam kemampuanya menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan serta memanfaatkan hasilnya.
5). Kepala Sekolah sebagai Leader ( Pemimpin )
Kepemimpinan ( leadership ) adalah kemampuan untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok dengan maksud mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Dalam hal ini kepala sekolah juga sebagai decicion maker ( pembuat kebijakan ) dan penanggung jawab dari sebuah kebijakan dan musyawarah. Untuk itulah kepala sekolah diharapkan harus bersifat : (1) Jujur, (2) Percaya diri, (3)Tanggung jawab, (4)Berani mengambil resiko dan keputusan, (5) Berjiwa besar, ( 6 )Emosi yang stabil dan (7 )Teladan
6). Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja ( creator )
Sebagai inovator dan motivator maka seluruh pergerakan perubahan berporos pada usaha mewujudkan inisiasi yang visioner kemudian membangun semangat motivasi dengan bersama-sama menyepakati target-target dalam meningkatkan sasaran mutu. Dalam hal ini kepemimpinan kepala sekolah sangat strategis dalam pengembangan iklim kerja yang kondusif di sekolah yang mampu menjadi inovator dan motivator untuk mencapai visi dan misi.
7). Kepala Sekolah Sebagai Wirausahawan
Kepala sekolah dengan sikap ke-wirausahaan yang kuat akan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya,termasuk perubahan dalam hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya.
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan peran kepala sekolah yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah :
a). Kepala sekolah menggunakan “ pendekatan sitem “ sebagai dasar cara berpikir, cara mengelola, dan cara menganalisis kehidupan sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah harus berpikir sistem yaitu berpikir secara benar dan utuh, berpikir secara runtut ( tidak meloncat-loncat ), berpikir secara holistik ( tidak parsial ), berpikir secara multi –inter-lintas disiplin ( tidak parosial ).
b). Kepala sekolah harus memiliki input manejemen yang lengkap dan jelas, yang ditunjukkan oleh kelengkapan dan kejelasan dalam tugas ( apa yang harus dikerjakan, yang disertai fungsi, kewenangan, tanggungjawab, kewibawaan, dan hak ), rencana ( diskripsi produk yang akan dhasilkan ), program ( alokasi sumberdaya untuk merealisasikan rencana ), ketentuan-ketentuan ( peraturan perundang-undangan, kualifikasi, spesifikasi, metode kerja, prosedur kerja, dsb ), pengendalian ( tindakan turun tangan ), dan memberikan kesan yang baik kepada anak buahnya.
c). Kepala sekolah memahami, menghayati, dan melaksanakan peranya sebagai manejer mengkordinasi dan menyerasikan sumberdaya untuk mencapai tujuan ) , pemimpin ( memobilisasi dan memberdayakan sumberdaya manusia ), pendidik ( mengajak untuk berubah ), wirausahawan ( membuat sesuatu bisa terjadi ), penyelia ( mengarahkan, membingbing dan memberi contoh ), pencipta iklim kerja ( membuat situasi kehidupan kerja nikmat ), pengurus/administrator ( mengadministrasi ), pembaharu ( memberi nilai tambah ), regulator (membuat aturan-aturan sekolah ), dan pembangkit motivasi ( menyemangatkan ).
Pada intinya , kepala sekolah harus mampu menjalankan gaya kepemimpinan yang berorientasi tinggi pada tugas dan hubungan manusia ( Integrated leadership ), serta harus mampu memiliki orientasi yang jelas: visi, misi ,strategi dan eksekusi dalam menjalankan ke-tujuh fungsi diatas, yakni :
1. Visi
Kepala sekolah hendaknya memiliki pandangan dan wawasan jauh kedepan dengan analisa yang tepat dan komprehensif sehingga akan diperoleh sebuah kerangka berpikir dan orientasi pembelajaran yang berdaya guna dan berhasil guna.
2. Misi
Setelah memiliki orientasi pembelajaran yang jelas, diharapkan seorang kepala sekolah tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya sebagai tindak lanjut dari analisa yang dibuat.
3. Strategi
Kepala Sekolah harus mengetahui cara yang tepat agar visi dan misi tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.
4. Eksekusi
Kepala sekolah diharapkan mampu mengambil keputusan sesuai dengan aturan dan kebutuhan dari sekolah. Kebijakan yang diambil diharapkan tepat sasaran dan tepat guna dengan mengacu pada visi dan misi yang sudah dicanangkan sebelumnya.
2.2 Tantangan dan Hambatan Yang Dihadapi Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Sekolah
Dalam menjalankan fungsinya, kepala sekolah tidak terlepas dari berbagai tantangan dan hambatan. Hambatan dapat berasal dari internal sekolah maupun eksternal sekolah.
Hambatan yang berasal dari internal sekolah terkait dengan komponen kependidikan diantaranya adalah ;
1.Kurangnya sarana dan prasana
2.Sikap mental primordial dan tidak siap menerima perubahan dari guru.
3.Rasa tanggung jawab yang rendah dari guru,kurang disiplin dalam melaksanakan tugas , bersikap masa bodoh dengan lingkungan dan tanggung jawab disekolah serta kurang semangat dalam bekerja.
4. Kurang mampu memberi motivasi kepada peserta didik
5. Pendidikan dan wawasan guru yang masih kurang.
Hambatan yang berasal dari eksteral seperti :
1. LSM
Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) seharusnya menjadi mitra sekolah dalam memajukan dunia pendidikan, tetapi kadang kala menjadi musuh atau bumerang bagi dunia pendidikan itu sendiri karena mereka selalu berpikiran negatif terhadap kinerja kepala sekolah
2. Dukungan Masyarakat
Kegiatan ekstrakurikuler sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat sekitar sekolah.Tetapi kadang program ekstrakurikuler yang sudah terjadwal sering tidak diikuti oleh sebagian anak didik karena keterikatan pekerjaan yang dibebankan oleh orangtua kepada peserta didik.
2.3 Langkah Yang Harus Dilalukan Kepala Sekolah Dalam Rangka Mewujudkan Optimalisasi Sumber Daya Sekolah untuk Mencapai Kabupaten Tapanuli Utara menjadi Lumbung SDM yang Berkwalitas
Sebagai pemegang otoritas kebijakan dan orientasi pendidikan di tingkat sekolah, kepala sekolah diharapkan mampu menerapkan manejemen pendidikan secara konkret dan komprehensif. Melaksanakan tugas pokok dan fungsi dengan sebagaimana mestinya dan mengedepankan inovasi sebagai salah satu kunci tumbuhnya kreatifitas dan motivasi baik dari sisi pendidik ( guru ) dan siswa.
Kepala Sekolah harusnya dapat bertindak sebagai motivator , administrator dan supervisor yang handal sehingga dapat membawa semangat manajerial kedalam lingkup pendidikan untuk menumbuhkan semangat, motivasi, kemauan dalam mencapai tujuan.
Evaluasi kerja seluruh komponen pendidikan harus rutin dilaksanakan untuk melihat sejauhmana proses belajar mengajar berjalan sesuai dengan rencana strategis yang sudah dibuat dan membenahi kekurangan secara bersama-sama , merasa memiliki tanggung jawab demi kemajuan dan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan dari sekolah.
Kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan ditingkat sekolah harus mampu menjadi ujung tombak tumbuhnya etos kerja yang baik bagi seluruh pendidik di sekolah. Teladan bagi terciptanya kepribadian yang matang baik mental dan moral pendidik dan peserta didik.
Apa yang telah di-tumbuhkembagkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara Bapak Drs Jamel Panjaitan, MM akhir-akhir ini, dimana konsolidasi dan kordinasi antara instansi terkait dengan unit kerja sekolah termasuk didalamnya berkaitan dengan pelaporan secara struktural maupun perkembangan proses belajar mengajar, kebutuhan sekolah, agar berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan adalah sesuatu yang harus ditindaklanjuti dan dijabarkan oleh kepala sekolah di lapangan dan merubah kelemahan-kelemahan yang selama ini terjadi.
Untuk itulah dalam Rangka Mewujudkan Optimalisasi Sumber Daya Sekolah untuk Mencapai Kabupaten Tapanuli Utara menjadi Lumbung SDM yang berkualitas, langkah langkah yang akan dilakukan oleh kepala sekolah adalah :
1. Menyusun Visi dan misi Sekolah
Sekolah harus memiliki visi dan misi sekolah yang jelas yang mengindikasikan bahwa sekolah telah memiliki gambaran yang jelas mengenai keadaan jangka pendek dan jangka panjang yang akan diprogramkan dalam 10 tahun hingga 25 tahun yang akan datang. Dalam hal ini untuk mengimplementasikan konsep manejemen peningkatan mutu, maka melalui partisipasi aktif dan dinamis dari orangtua, siswa, guru dan staf lainya termasuk institusi yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan sekolah dengan melakukan tahapan kegiatan antara lain :
a. Penyusunan basis data dan profil sekolah lebih presentatif, akurat, valid, dan secara sistematis menyangkut berbagai aspek akademis, administratif ( Siswa , guru, dan Staf ) dan keuangan.
b. Melakukan evaluasi diri ( self Assetment ) untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan mengenai sumber daya sekolah , personil sekolah, kinerja dalam mengembangkan dan mencapai target kurikulum dan hasil-hasil yang dicapai siswa berkaitan dengan aspek-aspek intelektual dan keterampilan, maupun aspek lainya.
c. Berdasrkan analisa tersebut , sekolah mengidentifikasi kebutuhan sekolah dan merumuskan visi, misi, dan tujuan dalam rangka menyajikan pendidikan yang bekualitas bagi seluruh siswanya sesuai dengan konsep pembangunan pendidikan nasional yang akan dicapai. Hal penting yang perlu diperhatiikan sehubungan dengan identifikasi kebutuhan dan perumusan visi , misi dan tujuan adalah bagaimana siswa belajar, penyediaan sumber daya dan pengelolaan kurikulum termasuk indikator pencapaian peningkatan mutu tersebut.
d. Berangkat dari visi, misi dan tujuan peningkatan mutu tersebut sekolah bersama-sama dengan masyarakat merencanakan dan menyusun program jangka panjang atau jangka pendek ( program tahunan termasuk anggaranya ).Program tersebut memuat sejumlah program aktifitas yang akan dilakukan sesuai dengan kebijakan nasioanal yang telah ditetapkan. Perencanaan program sekolah disusun harus mendukung pengembangan kurikulum nasioanal yang telah ditetapkan dan mengacu pada delapan ( 8 ) Standart Nasioanal Pendidikan, yaitu ;
1. Standar Kompetensi Lulusan
2. Standart Isi
3. Standart Proses
4. Standart pendidik dan Tenaga Kependikan
5. Standar Sarana dan Prasarana
6. Standart Pengelolaan
7. Standart Pembiayaan Pendidikan
8. Standart Penilaian Pendidikan
2. Menjadi Kepala Sekolah yang Inovatif
Kepala sekolah dengan karakter kepemimpinan inovatif dengan terus menerus belajar dan menemukan hal-hal yang baru , berupaya untuk menerapkan , mengevaluasi guna kesempurnaan ketercapaian visi dan misi.
3. Menentukan Rencana Strategis Sekolah
Dalam organisasi sekolah tujuan strategis merupakan salah satu tujuan yang akan dicapai oleh sekolah yang bersifat umum dan nyata seperti rencana pelaksanaan kurikulum, kesiswaan, atau kerjasama dengan masyarakat pemerhati pendidikan.
4. Kemampuan Guru
Diperlukan upaya pengembangan profesi berkelanjutan agar para guru dapat mengembangkan kemampuanya terkait dengan hal-hal :
1. Kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar / metode yang digunakan serta alat peraga yang akan dipakai agar pelaksanaan proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik
2. Peningkatan kemampuan guru dalam pengembangan pembelajaran (Pedagogik) melalui metode yang tepat sehingga SDM siswa dapat meningkat dengan baik melaui penyampaian yang baik dan terbimbing dari guru. Guru harus selalu siap menerima perubahan dan mau belajar sesuai dengan kebutuhan zaman dan pembelajaran disekolah.
Menciptakan SDM yang berkualitas bukanlah hanya sebatas sisi intelektualitasnya saja tetapi juga harus sejalan dengan pemahaman akan budi pekerti ( karakter anak ) agar tercipta manusia yang intelektual dan relijius.
Pembinaan karakter tidak harus berupa pelajaran semata tetapi harus di-implementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh anak maupun guru di dalam sekolah dan dimasyarakat. Agar guru dan siswa mampu menjadi panutan bagi masyarakat dan dapat memberikan efek positif dalam kehidupan sosial masyarakat.Dengan demikian maka pembinaan karakter akan terwujud dimasyarakat apabila guru dan siswa telah mampu menarapkan 10 budaya yang menunjukkan karakter seperti :
1. Budaya senyum, sapa dan salam ( S3 )
2. Berbahasa yang sopan
3. Berperilaku yang baik
4, Berpenampilan yang menarik
5. Hadir dan pulang tepat waktu
6. Komit dengan tugas dan tanggungjawab
7. Ibadah di awal dan penutupan pembelajaran dan dirumah
8. Berusaha menjadi orang yang spesial dan bersahaja
9. Diskusi kelompok
10. Melaksanakan kegiatan gotong royong membantu sesama.
Maka apabila semua uraian tersebut diatas dapat diterapkan di setiap sekolah melalui kepala-kepala sekolah, maka Kabupaten Tapanuli Utara tentulah akan berhasil menjadi lumbung SDM yang berkualitas baik tingkat lokal, nasional bahkan internasional.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kepala sekolah , guru , pegawai dan seluruh siswa harus mampu meng-integrasikan sekolah , keluarga dan lingkungan sekolah menjadi kekuatan yang kokoh dalam mewujudkan visi dan misi pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara agar tercapai Kabupaten Tapanuli Utara sebagai penghasil SDM yang berkualitas di tingkat lokal, nasioanal bahkan internasioanal.
1. Kepala sekolah sebagai pemegang wewenang di sekolah diharapkan mampu melaksanakan peran, tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang leader yang mampu memimpin dengan baik
2. Tantangan dan hambatan yang ada dalam lingkup sekolah hendaknya tidak menjadi beban bagi seluruh komponen pendidik di sekolah, melainkan harus di evaluasi dan mencari terobosan serta ide-de baru agar tantangan dan hambatan tersebut dapat diatasi dengan baik tanpa merasa menjadi beban,
3. Melaksanakan manejemen berbasis mutu, dan mengedepankan manajerial yang baik akan menjadi hal utama yang harus dilakukan agar orientasi , visi, misi serta tujuan sekolah benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik tanpa menghilangkan identitas sekolah dan tuntutan kurikulum dalam setiap jenjang pendidikan.
3.2. Saran
1. Kepala Sekolah harus mampu menciptakan “Team Work” yang baik di sekolahyang dipimpinnya.
2. Lingkungan sekolah harus mempunyai etika, mmoral dan disiplin yang menjadimotivasi dan contoh bagi anak didik.
3. Kepada pemerintah , dalam hal ini Pemerintah kabupaten tapanuli utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar meningkatkan sarana dan prasarana
di sekolah –sekolah serta menmbuat pelatihan-palatihan yang rutin bagi guru untuk meningkatkan potensi dirinya agar apa yang kita harapkan bersama dapat terwujud dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA.
Ali Imron, Pembinaan Guru di Indonesia, ( Jakarta : PT. Dunia Pustaka Jaya,
1995 )
Depdiknas, 2006, Sitem Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan
( SP2MP )
E. Mulyasa, Menjadi Guru Propesional, ( Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 2007 )
Permendikbud No 96 tahun 2013 Tentang BNSP
Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah , Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada, 2002

Tidak ada komentar:
Posting Komentar